HIpertensi berasal dari bahasa latin yaitu hiper dan tension, artinya tekanan yang berlebihan dan tension artinya tensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi medis dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam waktu yang lama) yang mengakibatkan angka kesakitan dan angka kematian. Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi apabila tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diatolik > 90 mmHg.
Penyakit hipertensin merupakan penyebab signifikan morbiditas dan mortalita maternal dan janin atau neonatus. Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan (pada permulaan nifas). Penyakit ini sering dijumpai dan masih merupakan salah satu kematian ibu. Di USA minsalnya 1/3 dari kematian ibu disebabkan penyakit ini. Laporan tiga tahunan mengenai kematian ibi di Ingris pada tahun 1997-1999 (Lewis & Drife 2001) mengidentifikasi bahwa gangguan hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab tersering kedua kematian maternal dengan 5,2 persen kematian persatu juta ibu yang menderita pre-eklamsi dan 2,4 per satu juta ibu yang menderita eklamsi. Hipertensi merupakan penyakit medis yang paling sering terjadi pada kehamila, terjadi pada kira-kira 10% dari seluruh kehamilan. Observasi yang cermat terhadap kondisi ini mengindentifikasi bahwa insiden penyakit hipertensi bervariasi sesuai dengan lokasi geografis dan ras.
Hipertensi yaitu peningkatan tekanan sistolik sekurang-kurangnya 30 mmHg atau tekanan diatolik sekurang-kurangnya 15 mmHg, atau adanya tekanan sistolik sekurang-kurangnya 90 mmHg. Hipertensi juga dapat ditentukan dengan tekanan arteri rata-rata 105 mmHg atau lebih dengan dan bisa juga dengan kenaikan 20 mmHg atau lebih, nilai-nilai yang disebutkan diatas harus bermaifesti sekurang-kurangnya dua kesempatan dengan perbedaan waktu 6 jam atau lebih dan harus didasarkan pada nilai tekanan darah sebelumnya yang sudah diketahui.
Hipertensi karena kehamilan yaitu: tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90mmHg yang disebabkan karena kehamilan itu sendiri biasanya terjadi pada usia kehamilan memasuki 20 minggu, memiliki potensi yang menyebabkan gangguan serius pada kehailan. Nilai normal tekanan darah seseorang yang disesuaikan tingkat aktifitas dan kesehatan secara umum adalah 120/80mmHg. Tetapi secara umum angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat saat beraktifitas atau berolahraga.
Hipertensi kehamilan berkembannya hipertensi selama kehamilan atau 24 jam pertama postpartum pada seseorang yang sebelumnya normotensi. Tidak ada petunjuk-petunjuk lain dari pre-eklamsi atau penyakit vaskuler. Tekanan darah kembali dalam batas normal adala sepuluh hari setelah persalinan. Beberapa pasien dengan hipertensi kehamilan sebenarnya mungkin mengidap pre-eklammsia atau penyakit vaskuler hipertensi, tetapi mereka tidak mempunya cerita untuk diagnosis ini.
Proteinuria yaitu adanya protein dalam urine dengan jumlah lebih besar dari 0,3 gram / Liter urine, 24 jama atau dalam konsentrasi lebih besar dari 1 gram / Liter (1+ sampai 2+ dengan metode turbidimetrik standard) pada kumpulan urine secara acak pada dua atau lebih kesempatan sekurang-kurangnya dengan beda waktu 6 jam. Contoh urine harus bersih dan sebaiknya urine midstrem atau diambil melalui kateter.
Edema yaitu akumulasi cairan yang menyeluruh dan berlebihan dalam jaringan umumnya ditampakan dengan adanya pembengkakan ekstremitas dan bawah.
Pre-eklamsia yaitu berkembangnya hipertensi dengan pre-eklamsia atau edema ataukeduanya yang disebabkan oleh kehamilan atau dipengaruhi oleh kehamilan yang sekarang. Biasanya keadaan ini timbul setelah usia kehamilan 2o minggu tetapi dapat pula gerkembang sebelum saat tersebut pada penyakit trofoblastik. Pre-eklamsia merupakan gangguan yang terutana terjadi pada primigravida.
Eklamsia yaitu terjadinya satu atau beberapa kejang yang bukan diakibatkan oleh keadaan serebral lain seperti epilepsi, atau pendarahan otak pada pasien pre-eklamsia.
Pre-eklamsia atau eklamsia penyerta: berkembangnya pre-eklamsia atau eklamsia pada pasien dengan penyakit vascular hipertensi kronik atau penyakit ginjal. Bila hipertensi mendahului kehamilan, seperti yang diperlihatkan aleh catatan tekanan darah sebelumnya, suatu peningkatan tekana sistonik 30 mmHg atau peningkatan tekanan diastolic 15 mmHg dan berkembangnya proteinuria, edema atau keduanya harus terjadi selama kehamilan untuk menetapkan diagnostik. gejala yang biasanya timbul pada ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilan harus diwaspadai jika ibu mengeluh nyeri kepala saat terjaga, kadang-kadang disertai mual, muntah akibat peningkatan tekanan intrakranium, penglihatan kabur, ayunan langkah yang tidak mantab, nokturia, odema dependem dan pembengkakan.
Pencegahan terjadinya hipertensi secara umum adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, tidak terlalu banyak pikiran, mengatur diet/pola makan seperti rendah garam, rendah kolestrol serta lemah jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok, perbanyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran.
Jika seseorang dicurigai terkena hipertensi, maka harus dilakukan beberapa pemeriksaan anamnesa untuk mengetahui riwayat keluarga penderita hipertensi, Pemeriksaan fisik , pemeriksaan laboratarium, pengobatan nonfarmokologik, mengurangi berat badan bila terdapat kelebihan (IMT: >27), membatasi alkohol dan menghentikan rokok serta mengurangi makanan berkolestrol/lemak jenuh, menghentikan konsumsi kopi yang berlebihan, berolahraga ringan, mengurangi asupan natrium (400 mmd Na/64 NaCL/hari), mempertahankan asupan kalsium dan magnesium adekuat, perbanyak unsure kalium (buah-buahan) tidak banyak pikiran, dan istirahat yang cukup.
Hal-hal yang harus dilakukan bidan dalam pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan adalah:
- Memeriksa tekana darah secara tepat pada setiap pemeriksaan kehamilan dan pengukuran tekanan darah dengan teknik yang benar.
- Melakukan pemeriksaan setiap hari.
- Ukuran tekanan darah pada lengan kiri. Posisi ibu hamil duduk atau berbaring dengan posisi yang sama pada setiap kali pengukuran (letakkan tensimeter ditempat yang datar setinggi jantung ibu hamildan gunakan ukuran manset yang sesuai).
- catat tekanan darah.
- Jika tekanan darah diatas 140/90 mmHg atau peningkatan diastole 15 mmHg atau lebih (sebelum 20 minggu), ulangi pengukuran tekanan darah dalam 1 jam. Bila tetap maka berarti ada kenaikan tekanan darah. pemeriksaan adanya edema pada wajah atau tungkai bawah/tulang kering atau daerah sacal.
- Bila ditemukan hipertensi pada kehamilan, lakukan pemeriksaan urine terhadap albumin pada setiap kali kujungan.
- Segera rujuk ibu hamil ke rumah sakit jika tekanan darah sangat tinggi, kenaikan darah naik secara tiba-tiba, berkurangnya air seni (sedikit dan berwarna gelap), edema berat yang timbul mendadak khususnya pada wajah / daerah sacal.
- Jika tekanan darah naik namun tidak ada edema sedangkan dokter tidak mudah dicapai nmaka pantaulah tekanan darah, periksa protein urine terhadap protinuria dan denyut jantung janin dengan seksama pada keesokan harinya atau sesudah 6 jam istirahat.
- Jika tekanan darah tetap naik, rujuk untuk pemeriksaan lanjuta walaupun tidak ada edema atau proteinuria.
- Jika tekanan darah kembali normal atau kenaikannya kurang dari 15 mmGh:
- Beri informasi atau penjelasan pada ibu hamil, suami atau keluarga tentang tanda-tanda eklamsia yang mengancam, khususnya sakit kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati dan pembengkakan pada kaki/panggul/wajah.
- Jika tanda-tanda diatas ditemkan segera rujuk ke rumah sakit.
- Bicarakan seluruh temuan dengan ibu hamil dan suami/keluarga.
- Catat semua temuan pada KMS ibu hamil/buku KIA.
