Senin, 15 Oktober 2018

PENYAKIT HEPATITIS PADA IBU HAMIL



Penyakit Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia, obat atau agen penyebab infeksi. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia.  Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut. Hepatitis dikatagorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis A. hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, dan hepatitis G.

Kehamilan adalah suatu fenomena fisiologis yang dimulai dengan pembuahan dan diakhiri dengan proses persalinan (Mansjoer, 2001). Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Selama kehamilan normal, saluran cerna dan organ-organ penunjangnya mengalami perubahan, baik secara anatomis maupun fungsional, yang dapat mengubah secara bermakna kriteria untuk diagnosis dan terapi untuk beberapa penyakit.

Hepatitis bermasalah di Indonesia, pertama oleh karena carrier-nya tergolong banyak, Kedua imunisasi hepatitis pada bayi (Universal Immunization) di Indonesia baru dimulai beberapa tahun lampau (1996). Hal ketiga, belum semua orang berisiko tinggi kena hepatitis patut meminta vaksinasi. Dengan demikian kondisi seperti itu, berarti masyarakat yang terlanjur tertular hepatitis sudah sekian banyak, dan kian tak terkontrol pula. Masih banyak masyarakat kita yang belum tahu, bahwa hubungan seks bebas juga bisa menjadi sumber penularan hepatitis. 

Penyakit ini biasanya jarang terjadi pada wanita hamil. Namun apabila timbul ikterus (gejala kuning) pada kehamilan, maka penyebabnya yang paling sering adalah hepatitis virus. Pada wanita hamil kemungkinan untuk terjangkit hepatitis  virus adalah sama dengan wanita tidak hamil pada usia yang sama. Di negara sedang berkembang, wanita hamil lebih mudah terkena hepatitis virus. Hal ini erat hubungannya dengan keadaan nutrisi dan higiene sanitasi yang kurang baik. Hepatitis virus dapat timbul pada ketiga trimester kehamilan dengan angka kejadian yang sama. Menurut sebuah penelitian 9.5 persen hepatitis virus terjadi pada trimester I, 32 persen terjadi pada trimester II, dan 58.5 persen terjadi pada trimester III.

Hepatitis disebabkan oleh beberapa jenis virus yang dikatagorikan dalam beberapa golongan diantaranya hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, dan hepatitis G. Hepatitis juga terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis itinfeksiosa, demam kuning, dan infeksi virus Mumps, virus Rubella, virus Cytomegalovirus, virus Epstein-Barr, virus Herpes. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Penyebab-penyebab tersebut antara lain:

  • Inveksi virus:Hepatitis A, hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis F, Hepatitis G.
  • Inveksi non virus: Komplikasi dari penyakit lain, Alkohol, obat-obatan kimia atau zat kimia, dan penyakit autoimun.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar